ceritapendamping.com -Suasana halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi Saksi semaraknya penampilan Tarian Sriwijaya , yang dibawakan dengan anggun oleh tiga penari dari perwakilan desa binaan program Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Sosial Republik Indonesia .
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya daerah serta pemberdayaan masyarakat melalui seni dan kebudayaan. Tarian Sriwijaya sendiri merupakan tarian klasik dari Palembang, Sumatera Selatan , yang menggambarkan keagungan dan penampilan Kerajaan Sriwijaya di masa lampau.
Penari tampil dengan busana adat berwarna emas dan merah, lengkap dengan mahkota serta perhiasan khas yang mencerminkan kemegahan istana. Gerakan tangan yang lembut dan penuh makna melambangkan perayaan hangat masyarakat Sriwijaya kepada tamu kehormatan.
“Kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan budaya bangsa kepada masyarakat desa, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur,” ujar salah satu pendamping sosial dalam kegiatan tersebut.
Selain pertunjukan tari, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan promosi potensi lokal desa, pelatihan ekonomi kreatif, dan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Sosial serta Kementerian Koperasi dan UKM ( Kemenkop ).
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda desa dapat lebih mencintai budaya lokal dan menjadi inspirasi dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis tradisi .
Untuk mengetahui lebih banyak cerita inspiratif pendamping sosial dan kegiatan budaya lainnya, kunjungi situs www.ceritapendamping.com
