ceritapendamping.com-Program pelatihan pendamping pengurus dan pengawas KopDes Merah Putih telah diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama mitra lembaga keuangan dan pemerintah daerah. Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian percepatan pembentukan hingga pengoperasian lebih dari 80.000 unit koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Menurut Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, pendampingan dan pelatihan bagi pengurus KopDes Merah Putih akan segera dimulai dalam dua pekan ke depan setelah pembentukan koperasi massal. Materi yang diberikan meliputi strategi pengembangan bisnis koperasi serta optimalisasi aset desa.
Deputi Bidang Pengawasan Koperasi, Herbert HO Siagian, menjelaskan bahwa pelatihan pengawasan bagi pengawas internal koperasi direncanakan mulai Agustus. Pelatihan ini menjadi kunci untuk mencegah perlindungan dana atau manajemen yang tidak profesional di koperasi desa.
Sementara itu, materi pelatihan yang diadakan sama dengan lembaga-lembaga seperti bank BUMN dan lembaga pelatihan vokasi tekanan pada digitalisasi, tata kelola usaha, akuntansi, dan koperasi model bisnis. Misalnya, pada acara “Kick-Off Kapasitas Building” yang diadakan di Bekasi, para peserta dibekali keterampilan manajemen, kewirausahaan, transformasi digital, dan praktik koperasi modern.
Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan yang kini digencarkan, program KopDes Merah Putih diharapkan dapat mengurangi kebangkitan ekonomi desa di Indonesia. Langkah ini menegaskan bahwa perkembangan koperasi tidak hanya soal pembentukan kelembagaan, tetapi juga peningkatan kapasitas manusia yang mengelolanya.
